Media Informasi dan Komunikasi Pengamal Thoriiqoh Qoodiriyyah Naqsyabandiyyah PonPes Suryalaya ,Tasikmalaya Jawa Barat.
Sekretariat: Majlis Dzikir Musholla Al Mubarok,Kavling Serpong Rt02/04,Serpong Tangerang Selatan, Banten

Sabtu, 02 Januari 2016

Menjadi Sufi yang Kaya
Oleh: Nasiruddin SAg
DI tengah era modern yang diwarnai kehidupan keduniaan (hedonisme) dan materialisme, masyarakat selalu disibukkan oleh aktivitas yang berkenaan dengan pengumpulan materi sebanyak mungkin. Ini seiring dengan tuntutan dan kebutuhan hidup yang makin kompetitif dalam arus globalisasi yang selalu berorientasi bisnis.
Dengan kata lain, manusia hidup di dunia ingin menjadi kaya dengan menempuh cara apa pun, halal atau haram. Keinginan untuk kaya bukan lagi keharusan tetapi sudah menjadi sifat dasar manusia modern.
Dalam tradisi tasawuf, para sufi menempatkan kemiskinan dan al-faqru(kefakiran) pada maqam (jenjang) yang tinggi sebagai salah satu syarat agar dapat wusul (sampai) dan makrifat (mengenal) Allah. Mereka mempraktikkan al-faqru dengan gaya hidup yang benar-benar jauh dari kemewahan dan kemegahan dunia.
Mereka memilih jalan hidup yang penuh penderitaan, kesedihan, cobaan dan kemiskinan.
Sebagai contoh Imam Ghazali dalam kitab karangannya Ihya Ulumiddin, memaparkan keunggulan dan keutamaan al-faqru sampai berpuluh-puluh halaman tetapi dalam memaparkan keutamaan harta dan kekayaan hanya sedikit dan sekilas.

Kamis, 31 Desember 2015


KEUTAMAAN IBADAH SUNNAH
Oleh : KH. M. Zein ZA Bazul Asyhab
Hidmah ilmiah manakib di Masjid Nurul Asror PonTren Suryalaya                             Des 2002
Pada hari ini manakiban kita bertepatan dengan bulan Sya’ban, oleh orang sunda disebut bulan Rewah. Entah darimana asalnya, mungkin dari ruh atau arwah, karena ada keterangan yang mengatakan bahwa pada bulan Rajab, Rewah, dan Ramadhan itu adalah tiga serangkai., sedangkan bulan Sya’ban adalah untuk pensucian ruh. Salah satu ibadah sunnah yang kita lakukan di bulan Sya’ban adalah Shalat Sunnah Nisfu Sya’ban. Ini pekerjaan sunnah, jadi orang yang melaksana-kannya, karena hukumnya sunnah jelas mendapat pahala dan kalaupun tidah melaksanakannya tidak akan mendapat siksa.

Senin, 28 Desember 2015


Melayani Pembayaran ONLINE,kavling serpong Rt02/04
serpong Tangsel,tlp :021 7587 1266 ,Hp 081 311 069 239
Pin :7DE19DA5.

Sabtu, 04 Juli 2015

313 Nama Rasulullah,
dalam Kitab ats-Tsamaru al-Yani’ah fi Riyadh al-Badi’ah

Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani (kelahiran Tanara, Serang, Banten tahun 1813 M dan wafat di Mekkah tahun 1897 M), dalam kitabnya yang berjudul ats-Tsamaru al-Yani’ah fi Riyadh al-Badi’ah menjelaskan:
 “Dan menurut pendapat yang masyhur, sesungguhnya para rasul itu berjumlah 313, seperti yang disebutkan dalam hadits riwayat Abu Dzar Ra. Dan inilah nama-nama rasul itu seperti yang diriwayatkan dari sahabat Anas Ra.:
001. Adam As.
002. Tsits As.
003. Anuwsy As.
004. Qiynaaq As.
005. Mahyaa’iyl As.
006. Akhnuwkh As.
007. Idris As.
008. Mutawatsilakh As.
009. Nuh As.
010. Hud As.
011. Abhaf As.
012. Murdaaziyman As.
013. Tsari’ As.
014. Sholeh As.
015. Arfakhtsyad As.
016. Shofwaan As.
017. Handholah As.
018. Luth As.
019. Ishoon As.
020. Ibrahim As.
021. Isma’il As.
022. Ishaq As.
023. Ya’qub As.
024. Yusuf As.
025. Tsama’il As.
026. Su’aib As.

Sabtu, 25 April 2015


H.Hendarto

Wenda Al Mubarok 
Ahmad

Arifin

Trisno & Kirno















Atas: Keceriaan menjelang Manakib di Majlis Dzikir Musholla AL Mubarok ,Kavling Serpong Rt 02/04,Serpong Tangsel.















Selasa, 24 Februari 2015

ZUHUD YANG SEBENARNYA
Sulthanul Aulia Ahli Silsilah ke-36 yang
mendapat gelar “Master Dunia Akhirat” mengatakan:
“Hanya orang bodoh dan orang gila yang tidak ingin kaya”
Syahdan, ada seorang syaikh yang hidup sederhana. Dia makan sekedar kebutuhan untuk bertahan-hidup saja. Karena profesinya nelayan, pagi-pagi dia memancing ikan. Setelah mendapat banyak ikan, dia membelah ikan-ikan itu menjadi dua: batang tubuh ikan itu dibagi-bagikan kepada tetangganya, sementara kepalanya dia kumpulkan untuk dimasak sendiri. Karena terbiasa makan kepala ikan itulah sehingga ia diberi julukan syaikh kepala ikan. Dia seorang sufi yang memiliki banyak murid.
Salah seorang muridnya hendak pergi ke Mursia, sebuah daerah di Spanyol. Kebetulan syaikh kepala ikan ini mempunyai seorang guru sufi besar disana (Syaikh Al-Akbar). “Tolong kamu mampir ke kediaman guruku di Mursia, dan mintakan nasihat untukku,” pesan syaikh kepada muridnya.

Selasa, 25 November 2014

 AJARAN KEEMPATBELAS

Wahai mereka yang menjadi hamba hawa nafsu mereka! Janganlah kamu mengira bahwa diri kamu masuk ke dalam golongan mereka yang menjadi anggota Allah.Kamu telah menghambakan diri kamu dengan keinginan kamu, sedangkan mereka menghambakan diri mereka kepada Allah SWT. Kamu menghendaki dunia, sedangkan mereka menghendaki akhirat. Kamu hanya melihat dunia ini saja, sedangkan mereka melihat Tuhan yang menciptakan langit dan bumi.Kesenanganmu terletak pada mahluk, sedangkan kesenangan mereka terletak pada Allah. Hati kamu terikat kepada Dunia, tetapi hati mereka terikat kepada Allah Yang Maha Agung. Kamu adalah korban setiap apa yang kamu lihat, tetapi mereka adalah korban apa yang tidak kamu lihat, mereka melihat Allah yang membuat segala hal yang tidak dapat dilihat dengan mata kepala. Mereka telah mencapai tujuan hidup dan mendapatkan kesejahteraan, sedangkan kamu masih saja terbenam di dalam nafsu keduniaanmu.
Mereka menghilang dari mahluk, dari nafsu duniawi dan dari kehendak mereka sendiri. Sehingga dengan demikian, mereka dapat sampai ke hadlirat Illahi yang memberi mereka kekuatan untuk mencapai puncak wujud mereka, seperti menta'ati dan memuji Allah. Inilah karunia Illahi yang diberikan-Nya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Mereka menjadikan ketaatan kepada Allah dan pujian terhadap-Nya sebagai kewajiban mereka. Mereka berpegang teguh kepada-Nya dengan pertolongan yang diberikan-Nya kepada mereka. Semua ini mereka lakukan tanpa mengalami kesulitan apa-apa. Maka jadilah ketaatan mereka itu sebagai nyawa dan santapan mereka.