Media Informasi dan Komunikasi Pengamal Thoriiqoh Qoodiriyyah Naqsyabandiyyah PonPes Suryalaya ,Tasikmalaya Jawa Barat.
Sekretariat: Majlis Dzikir Musholla Al Mubarok,Kavling Serpong Rt02/04,Serpong Tangerang Selatan, Banten

Sabtu, 25 Mei 2013


by SufiMuda
Iblis adalah sosok yang kontroversial dan unik di dalam literatur agama-agama samawi. Dia dibenci oleh sebagian besar ummat manusia dan konon kabarnya Iblis juga dikucilkan Tuhan sampai akhir zaman. Iblis menjadi ikon perlawanan terhadap aturan-aturan Tuhan dan menjadi musuh bagi hamba-hamba Tuhan yang taat kepada-Nya.
Awalnya Iblis adalah sosok yang sangat taat beribadah dan karena begitu mulianya posisi Iblis sehingga dia diangkat oleh Allah menjadi komandan seluruh malaikat, sebuah posisi yang sangat luar biasa. Nasib sial Iblis muncul ketika Adam diciptakan Allah dan mendapat perhatian dan perlakuan khusus dari Allah. Hal ini yang membuat Iblis tidak senang sehingga dia berusaha mengambil kembali perhatian Allah yang selama ini tercurahkan untuknya.
Iblis kawatir Adam akan mengambil "kasih" yang selama ini diberikan sepenuhnya oleh Allah kepadanya. Secara sederhana hubungan antara Iblis dengan Adam adalah hubungan senior dan junior yang memperebutkan kasih sayang Tuhan.
Iblis dimurkai Allah karena sikap sombongnya yang tidak mau tunduk kepada perintah Allah untuk sujud kepada Adam. Kalangan ulama memperdebatkan tentang sujud dan penghormatan. Al-Qur'an menulis sebagai sujud dan sebagian ulama (syariat) mengartikan sebagai penghormatan, sementara sebagian lagi (fakta) memaknai sebagai penyembahan

Jumat, 03 Mei 2013


Ajaran Syaikh AbdulQodir Al Jailani QS
(Terjemah Kitab Futuhul Ghoib)

1. AJARAN PERTAMA DAN KE DUA
Ada tiga hal yang wajib diperhatikan oleh setiap mukmin di dalam seluruh kondisi, yaitu:
1. Melaksanakan segala perintah Allah
2.Menjauhkan diri dari segala yang haram
3. Ridho dengan hukum-hukum dan ketentuan Allah
Ketiga hal ini jangan sampai tidak ada pada seorang Mu'min. Oleh karena itu seorang Mu'min harus memikirkan hal ini, bertanya kepada dirinya tentang hal ini dan anggota tubuhnya melakukan hal ini. 

Minggu, 14 April 2013

Menggeleng-gelengkan Kepala ketika Berdzikir
Lazim kita melihat dalam berbagai kesempatan baik dalam tahlil, wirid, ataupun acara lain orang-orang menggeleng-gelengkan kepala ketika berdzikir. Ternyata setelah dipertanyakan asal-usul gerakan tersebut, jarang sekali yang dapat menerangkan. Jangan-jangan hal itu merupakan pengaruh tradisi Yahudi?
Atau memang murni ajaran Rasulullah SAW. mengingat belum ditemukan hadits yang menerangkan hal itu. Hanya saja sebagian masyarakat mengakui bahwa gerakan itu mempermudah konsentrasi dalam berdzikir. Tentunya hal ini sangat bernilai positif. Akan tetapi bila dipertanyakan apakah gerakan itu sunnah, atau makruh atau apapun hukumnya?  maka hal yang positif tidak selamanya sejalan dengan hukum syariat.
Namun demikian, guna mendapatkan informasi mengenai hukum menggeleng-gelengkan kepala dalam berdzikir, patut kiranya menelusuri terlebih dahulu apa itu dzikir.

Kamis, 07 Maret 2013

by SufiMuda
Bergabung dengan kalangan sufi adalah fardhu ‘ain. Sebab tidak seorangpun terbebas dari aib dan kesalahan kecuali para Nabi. (Imam Al-Ghazali)

Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi’I dikenal dengan nama Imam al Ghazali lahir tahun 450 H/1058 M di propinsi Khurasan Irak. Beliau mempunyai daya ingat yang kuat dan bijak dalam berhujjah sehingga digelar sebagai hujjatul Islam. Diantara banyak karya tasawuf yang beliau karang yang sangat terkenal sampai sekarang adalah Ihya Ulumuddin (Kebangkitan ilmu-ilmu Agama).
Imam al Gahazali pada mulanya bukanlah pengamal tasawuf bahkan beliau tidak begitu mempercayai penomena-penomena kekeramatan yang di alami oleh orang-orang shaleh sampai Allah memberikan petunjuk kepada beliau sebagai mana yang beliau ceritakan berikut yang kami kutip dari buku Abdul Qadir Isa, Hakikat Tasawuf :

Minggu, 03 Maret 2013

Toleransi Hasan Bashri Bertetangga dengan Nasrani
Kekaguman para sahabat dan murid-muridnya tak menggetarkan pribadi Hasan Al-Bashri untuk tetap hidup penuh kesederhanaan. Di rumah susun yang tidak terlalu besar ia tinggal bersama istri tercinta. Di bagian atas adalah tempat tinggal seorang Nasrani. Kehidupan berumah tangga dan  bertetangga mengalir tenang dan harmonis meski diliputi kekurangan menurut ukuran duniawi.

Di dalam kamar Hasan Al-Bashri selalu terlihat ember kecil penampung tetesan air dari atap kamarnya. Istrinya memang sengaja memasangnya atas permintaan Hasan Al-Bashri agar tetesan tak meluber. Hasan Al-Bashri rutin mengganti ember itu tiap kali penuh dan sesekali mengelap sisa percikan yang sempat membasahi ubin. 

Rabu, 27 Februari 2013

ALLAH SWT. BERFIRMAN, ALLAH RIDHA TERHADAP MEREKA DAN MEREKA PUN RIDHA TERHADAP-NYA.” (Q.S. AL-MAIDAH: 119, LIHAT PULA AT-TAUBAH: 100, AL-MUJADILAH: 22 DAN AL-BAYYINAH: 8).
RASULULLAH SAW. BERSABDA, ‘APABILA ALLAH MENCINTAI SEORANG HAMBA, DIA MENCOBANYA. JIKA HAMBA ITU SABAR, ALLAH MEMILIHNYA, DAN BILA RIDHA DIA MENGUTUSNYA.”
BELIAU JUGA BERSABDA, “SEMBAHLAH ALLAH DENGAN (PENUH) RIDHA JIKA KAMU TIDAK BISA, MAKA DALAM KESABARAN TERHADAP APA YANG TIDAK KAMU INGINKAN TERDAPAT KEBAIKAN (PAHALA) YANG BANYAK.
Rasulullah Saw. pernah bersabda kepada sekelompok kaum, “Apa (identitas) kalian?” “Kami adalah kaum Mukmin,” jawab mereka. “Apa tanda-tanda keimanan kalian?” tanya Rasulullah. “Kami bersabar atas bencana (kesusahan) dan kami bersyukur ketika lapang (kelapangan hidup), serta kami ridha dengan posisi-posisi qadha’ (ketentuan-ketentuan Allah),” jawab mereka. Kemudian Rasulullah Saw. bersabda, “Kalian adalah orang-orang Mukmin, demi Tuhan (Pemilik) Ka’bah.”

Selasa, 12 Februari 2013

Sayyidah NAFISAH

Beliau adalah Nafisah putri Hasan al-Anwar bin Zaid bin Hasan bin AliKarramallahu wajhah.Ibunda beliau adalah seorang ummu walad (budak yang dinikahi tuannya) seperti halnya Hajar ibunda Ismail.

Ia tumbuh dalam keluarga yang mendidiknya menjadi seorang yang alim, wara ', dan anggota ibadah.Hari-harinya di isi dengan puasa pada siang hari dan bangun malam untuk beribadah, sehingga Allah memulyakannya dengan beberapa karamah.

Kelahirannya
Sudah menjadi suatu kebiasaan bagi ayah sayyidah Nafisah untuk duduk di Masjidil Haram guna memberi pelajaran agama dan ilmu al quran kepada manusia.