Istirahat sejenak di km 88
Media Informasi dan Komunikasi Pengamal Thoriiqoh Qoodiriyyah Naqsyabandiyyah PonPes Suryalaya ,Tasikmalaya Jawa Barat.
Sekretariat: Majlis Dzikir Musholla Al Mubarok,Kavling Serpong Rt02/04,Serpong Tangerang Selatan, Banten
Sekretariat: Majlis Dzikir Musholla Al Mubarok,Kavling Serpong Rt02/04,Serpong Tangerang Selatan, Banten
Kamis, 18 Juli 2019
Senin, 18 Februari 2019
Kamis, 14 Februari 2019
Senin, 11 Februari 2019
Rabu, 06 Februari 2019
Sabtu, 03 Juni 2017
Selasa, 04 Oktober 2016
Cinta
Oleh : Mariyah
Ulfah Pramesywari
Dalam Qur’an cinta memiliki 8 pengertian berikut ini
penjelasannya:
1. Cinta Mawaddah adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan “nggemesi”. Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.
2. Cinta Rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya. Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antar orang yang bertalian darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari itu maka dalam al Qur’an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham , yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri, yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim. Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi artinya menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia akhirat.
1. Cinta Mawaddah adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan “nggemesi”. Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.
2. Cinta Rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya. Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antar orang yang bertalian darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari itu maka dalam al Qur’an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham , yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri, yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim. Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi artinya menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia akhirat.
Senin, 26 September 2016
Bismillahirohmanirrohim
Bismillahirrohmanirrohim
Dengan Nama
Alloh Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, Sabda Rosululloh Muhammad SAW
(Shollallohu'alaihi Wasallam):
"Adalah Jibril apabila datang kepadaku, yang pertama diberikannya kepadaku ialah Bismillahirrohmanirrohim" (Darulquthni dan Ibnu Umar r.a.).
"Adalah Jibril apabila datang kepadaku, yang pertama diberikannya kepadaku ialah Bismillahirrohmanirrohim" (Darulquthni dan Ibnu Umar r.a.).
Dari Anas
bin Malik bersabda Nabi Muhammad SAW:
"Itulah isim dari asma Alloh Tidak lain antara ia dengan nama Alloh 'Akbar' seperti putih mata dengan hitamnya. Begitulah dekatnya".
"Ismullohil-A'zhom ialah Alloh Apakah engkau tidak lihat bahawasanya pada semua pembacaan Al-Quran dimulai dengan Bismillahirrohmanirrohim sebelum menyebut nama-nama Alloh yang lain". (Riwayat Imam Bukhari dari Jabir).
"Itulah isim dari asma Alloh Tidak lain antara ia dengan nama Alloh 'Akbar' seperti putih mata dengan hitamnya. Begitulah dekatnya".
"Ismullohil-A'zhom ialah Alloh Apakah engkau tidak lihat bahawasanya pada semua pembacaan Al-Quran dimulai dengan Bismillahirrohmanirrohim sebelum menyebut nama-nama Alloh yang lain". (Riwayat Imam Bukhari dari Jabir).
Demikianlah
jawaban Rosululloh Muhammad SAW ketika ditanya oleh Utsman Ibnu Affan ra
berkenaanBismillah. Sabda Baginda s.a.w. lagi, dari Abu Na'im dan Ibn Sunni
dari Siti Aisyah ra:
"Ketika turun Bismillahirrohmanirrohim mengucap tasbihlah gunung-gunung hingga dapat mendengar para penduduk Mekah dan sekitarnya. Lalu mereka berkata: 'Rupanya Muhammad yang menyihir gunung-gunung itu'. Kemudian Alloh bangkitkan awan hingga meneduhkan penduduk Mekah".
"Ketika turun Bismillahirrohmanirrohim mengucap tasbihlah gunung-gunung hingga dapat mendengar para penduduk Mekah dan sekitarnya. Lalu mereka berkata: 'Rupanya Muhammad yang menyihir gunung-gunung itu'. Kemudian Alloh bangkitkan awan hingga meneduhkan penduduk Mekah".
Bersabda
Nabi Muhammad SAW:
"Ketika turunnya Bismillahirrohmanirrohim bergembiralah ahli langit dari bangsa Malaikat, bergoncanglah 'Arsy karena turunnya. Turut serta bersamanya 1000 Malaikat. Dan, bertambahlah iman para Malaikat. Dan, tunduklah segala jin dan bergetar segala planet. Gementar segala sendi-sendi karena turunnya".
"Ketika turunnya Bismillahirrohmanirrohim bergembiralah ahli langit dari bangsa Malaikat, bergoncanglah 'Arsy karena turunnya. Turut serta bersamanya 1000 Malaikat. Dan, bertambahlah iman para Malaikat. Dan, tunduklah segala jin dan bergetar segala planet. Gementar segala sendi-sendi karena turunnya".
Bismillahirohmanirrohim
Bismillahirrohmanirrohim
Dengan Nama
Alloh Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, Sabda Rosululloh Muhammad SAW
(Shollallohu'alaihi Wasallam):
"Adalah Jibril apabila datang kepadaku, yang pertama diberikannya kepadaku ialah Bismillahirrohmanirrohim" (Darulquthni dan Ibnu Umar r.a.).
"Adalah Jibril apabila datang kepadaku, yang pertama diberikannya kepadaku ialah Bismillahirrohmanirrohim" (Darulquthni dan Ibnu Umar r.a.).
Dari Anas
bin Malik bersabda Nabi Muhammad SAW:
"Itulah isim dari asma Alloh Tidak lain antara ia dengan nama Alloh 'Akbar' seperti putih mata dengan hitamnya. Begitulah dekatnya".
"Ismullohil-A'zhom ialah Alloh Apakah engkau tidak lihat bahawasanya pada semua pembacaan Al-Quran dimulai dengan Bismillahirrohmanirrohim sebelum menyebut nama-nama Alloh yang lain". (Riwayat Imam Bukhari dari Jabir).
"Itulah isim dari asma Alloh Tidak lain antara ia dengan nama Alloh 'Akbar' seperti putih mata dengan hitamnya. Begitulah dekatnya".
"Ismullohil-A'zhom ialah Alloh Apakah engkau tidak lihat bahawasanya pada semua pembacaan Al-Quran dimulai dengan Bismillahirrohmanirrohim sebelum menyebut nama-nama Alloh yang lain". (Riwayat Imam Bukhari dari Jabir).
Demikianlah
jawaban Rosululloh Muhammad SAW ketika ditanya oleh Utsman Ibnu Affan ra
berkenaanBismillah. Sabda Baginda s.a.w. lagi, dari Abu Na'im dan Ibn Sunni
dari Siti Aisyah ra:
"Ketika turun Bismillahirrohmanirrohim mengucap tasbihlah gunung-gunung hingga dapat mendengar para penduduk Mekah dan sekitarnya. Lalu mereka berkata: 'Rupanya Muhammad yang menyihir gunung-gunung itu'. Kemudian Alloh bangkitkan awan hingga meneduhkan penduduk Mekah".
"Ketika turun Bismillahirrohmanirrohim mengucap tasbihlah gunung-gunung hingga dapat mendengar para penduduk Mekah dan sekitarnya. Lalu mereka berkata: 'Rupanya Muhammad yang menyihir gunung-gunung itu'. Kemudian Alloh bangkitkan awan hingga meneduhkan penduduk Mekah".
Bersabda
Nabi Muhammad SAW:
"Ketika turunnya Bismillahirrohmanirrohim bergembiralah ahli langit dari bangsa Malaikat, bergoncanglah 'Arsy karena turunnya. Turut serta bersamanya 1000 Malaikat. Dan, bertambahlah iman para Malaikat. Dan, tunduklah segala jin dan bergetar segala planet. Gementar segala sendi-sendi karena turunnya".
"Ketika turunnya Bismillahirrohmanirrohim bergembiralah ahli langit dari bangsa Malaikat, bergoncanglah 'Arsy karena turunnya. Turut serta bersamanya 1000 Malaikat. Dan, bertambahlah iman para Malaikat. Dan, tunduklah segala jin dan bergetar segala planet. Gementar segala sendi-sendi karena turunnya".
Senin, 20 Juni 2016
Biografi Sunan Kalijogo
Sunan
Kalijaga adalah ulama yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa.
Beliau adalah legenda nyata dari tumbuh dan berkembangnya Islam di Pulau Jawa.
Sayangnya, namanya sering dikaitkan dengan mistisme Jawa alias Kejawen. Benarkan ‘Kejawenisme’ merupakan buah pemikiran Sunan Kalijaga? Siapakah Sunan Kalijaga? Dari mana nama ‘Kalijaga’ berasal? Mari kita bangun perspektif yang benar tentang sosok ini.
Ada beragam versi tentang nama asli Kalijaga. Sejumlah sumber mengatakan bahwa nama asli Sunan Kalijaga ialah ‘Lokajaya’. Sumber lain ada yang menyebut bahwa nama aslinya ‘Raden Abdurrahman’ atau ada juga yang mengatakan bahwa namanya ialah ‘Raden Joko Said’ atau ‘Raden Jaka Syahid’. Pendapat yang terakhir merupakan riwayat yang paling mashyur. Nama Raden Joko Said ialah nama yang dikenal secara turun-temurun oleh para penduduk Tuban hingga masa kini.
Joko Said dilahirkan sekitar tahun 1450 M. Ayahnya adalah Arya Wilatikta, Adipati Tuban. Arya Wilatikta ini adalah keturunan dari pemberontak legendaris Majapahit, Ronggolawe. Riwayat masyhur mengatakan bahwa Adipati Arya Wilatikta sudah memeluk Islam sejak sebelum lahirnya Joko Said. Namun sebagai Muslim, ia dikenal kejam dan sangat taklid kepada pemerintahan pusat Majapahit yang menganut Agama Hindu. Ia menetapkan pajak tinggi kepada rakyat.
Sayangnya, namanya sering dikaitkan dengan mistisme Jawa alias Kejawen. Benarkan ‘Kejawenisme’ merupakan buah pemikiran Sunan Kalijaga? Siapakah Sunan Kalijaga? Dari mana nama ‘Kalijaga’ berasal? Mari kita bangun perspektif yang benar tentang sosok ini.
Ada beragam versi tentang nama asli Kalijaga. Sejumlah sumber mengatakan bahwa nama asli Sunan Kalijaga ialah ‘Lokajaya’. Sumber lain ada yang menyebut bahwa nama aslinya ‘Raden Abdurrahman’ atau ada juga yang mengatakan bahwa namanya ialah ‘Raden Joko Said’ atau ‘Raden Jaka Syahid’. Pendapat yang terakhir merupakan riwayat yang paling mashyur. Nama Raden Joko Said ialah nama yang dikenal secara turun-temurun oleh para penduduk Tuban hingga masa kini.
Joko Said dilahirkan sekitar tahun 1450 M. Ayahnya adalah Arya Wilatikta, Adipati Tuban. Arya Wilatikta ini adalah keturunan dari pemberontak legendaris Majapahit, Ronggolawe. Riwayat masyhur mengatakan bahwa Adipati Arya Wilatikta sudah memeluk Islam sejak sebelum lahirnya Joko Said. Namun sebagai Muslim, ia dikenal kejam dan sangat taklid kepada pemerintahan pusat Majapahit yang menganut Agama Hindu. Ia menetapkan pajak tinggi kepada rakyat.
Selasa, 14 Juni 2016
Jangan Berburu Karamah
Rabi’ah
al-Adawiyah (717-801 M) adalah seorang sufi perempuan legendaris. Beliau
masyhur dengan cintanya yang membara kepada Allah. Sayyidah Rabi’ah hidup di
Basrah, Irak dan menjadi salah seorang murid Syaikh Hasan al-Basri, seorang
tokoh Sufi terkemuka generasi awal.
Dikisahkan,
suatu hari Sayyidah Rabi’ah melintas di depan rumah gurunya Syaikh Hasan.
Kepala Syaikh Hasan menjulur keluar jendela. Beliau sedang menangis. Air
matanya jatuh menetes di baju Sayyidah Rabi’ah dan beliau pun melihat ke atas.
Semula beliau mengira itu air hujan. Kemudian sadar bahwa itu air mata Syaikh
Hasan. Sayyidah Rabi’ah pun menyapanya:
“Guru,
tangisan itu adalah tanda kelemahan ruhani. Simpanlah air mata Anda, agar
lautan bergelora dalam diri anda, yang di dalamnya hati Anda selalu sadar akan
pemeliharaan Raja yang Maha Kuasa.”
Kata-kata
ini terasa menusuk di hati sang guru, tapi beliau tetap berusaha tenang.
Beberapa
hari kemudian, Syaikh Hasan melihat murid perempuannya itu di pinggir sebuah
danau. Beliau pun lantas menghamparkan sajadahnya di permukaan air danau, lalu
memanggil, “Rabi’ah, kemarilah! Mari kita shalat dua rakaat di sini!”
Sabtu, 02 Januari 2016
Menjadi Sufi yang Kaya
Oleh: Nasiruddin
SAg
DI tengah era
modern yang diwarnai kehidupan keduniaan (hedonisme) dan materialisme,
masyarakat selalu disibukkan oleh aktivitas yang berkenaan dengan pengumpulan
materi sebanyak mungkin. Ini seiring dengan tuntutan dan kebutuhan hidup yang
makin kompetitif dalam arus globalisasi yang selalu berorientasi bisnis.
Dengan
kata lain, manusia hidup di dunia ingin menjadi kaya dengan menempuh cara apa
pun, halal atau haram. Keinginan untuk kaya bukan lagi keharusan tetapi sudah
menjadi sifat dasar manusia modern.
Dalam
tradisi tasawuf, para sufi menempatkan kemiskinan dan al-faqru(kefakiran)
pada maqam (jenjang) yang tinggi sebagai salah satu syarat
agar dapat wusul (sampai) dan makrifat (mengenal)
Allah. Mereka mempraktikkan al-faqru dengan gaya hidup yang
benar-benar jauh dari kemewahan dan kemegahan dunia.
Mereka
memilih jalan hidup yang penuh penderitaan, kesedihan, cobaan dan kemiskinan.
Sebagai
contoh Imam Ghazali dalam kitab karangannya Ihya Ulumiddin,
memaparkan keunggulan dan keutamaan al-faqru sampai
berpuluh-puluh halaman tetapi dalam memaparkan keutamaan harta dan kekayaan
hanya sedikit dan sekilas.
Kamis, 31 Desember 2015
KEUTAMAAN IBADAH SUNNAH
Oleh : KH. M. Zein ZA Bazul Asyhab
Hidmah
ilmiah manakib di Masjid Nurul Asror PonTren Suryalaya Des 2002
Pada
hari ini manakiban kita bertepatan dengan bulan Sya’ban, oleh orang sunda
disebut bulan Rewah. Entah darimana asalnya, mungkin dari ruh atau arwah,
karena ada keterangan yang mengatakan bahwa pada bulan Rajab, Rewah, dan
Ramadhan itu adalah tiga serangkai., sedangkan bulan Sya’ban adalah untuk
pensucian ruh. Salah satu ibadah sunnah yang kita lakukan di bulan Sya’ban
adalah Shalat Sunnah Nisfu Sya’ban. Ini pekerjaan sunnah, jadi orang yang
melaksana-kannya, karena hukumnya sunnah jelas mendapat pahala dan kalaupun
tidah melaksanakannya tidak akan mendapat siksa.
Senin, 28 Desember 2015
Melayani Pembayaran ONLINE,kavling serpong Rt02/04
serpong Tangsel,tlp :021 7587 1266 ,Hp 081 311 069 239
Pin :7DE19DA5.
Sabtu, 04 Juli 2015
313 Nama
Rasulullah,
dalam Kitab ats-Tsamaru al-Yani’ah fi
Riyadh al-Badi’ah
Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani (kelahiran Tanara, Serang, Banten tahun 1813 M dan wafat di Mekkah tahun 1897 M), dalam kitabnya yang berjudul ats-Tsamaru al-Yani’ah fi Riyadh al-Badi’ah menjelaskan:
“Dan menurut pendapat
yang masyhur, sesungguhnya para rasul itu berjumlah 313, seperti yang
disebutkan dalam hadits riwayat Abu Dzar Ra. Dan inilah nama-nama rasul itu
seperti yang diriwayatkan dari sahabat Anas Ra.:
001. Adam As.
002. Tsits As.
003. Anuwsy As.
004. Qiynaaq As.
005. Mahyaa’iyl As.
006. Akhnuwkh As.
007. Idris As.
008. Mutawatsilakh As.
009. Nuh As.
010. Hud As.
011. Abhaf As.
012. Murdaaziyman As.
013. Tsari’ As.
014. Sholeh As.
015. Arfakhtsyad As.
016. Shofwaan As.
017. Handholah As.
018. Luth As.
019. Ishoon As.
020. Ibrahim As.
021. Isma’il As.
022. Ishaq As.
023. Ya’qub As.
024. Yusuf As.
025. Tsama’il As.
026. Su’aib As.
002. Tsits As.
003. Anuwsy As.
004. Qiynaaq As.
005. Mahyaa’iyl As.
006. Akhnuwkh As.
007. Idris As.
008. Mutawatsilakh As.
009. Nuh As.
010. Hud As.
011. Abhaf As.
012. Murdaaziyman As.
013. Tsari’ As.
014. Sholeh As.
015. Arfakhtsyad As.
016. Shofwaan As.
017. Handholah As.
018. Luth As.
019. Ishoon As.
020. Ibrahim As.
021. Isma’il As.
022. Ishaq As.
023. Ya’qub As.
024. Yusuf As.
025. Tsama’il As.
026. Su’aib As.
Langganan:
Postingan (Atom)












